


Kontribusi garam pada rasa adalah sebuah perjalanan yang dinamis, bukan sebuah catatan tunggal. Kami menyebutnya "Kurva Garam": dampak awal rasa asin, fase peningkatan rasa dan rasa di mulut, dan sisa rasa yang bersih. Menghilangkan garam atau menggantinya dengan kalium klorida (KCl) akan mengganggu kurva ini, sehingga menghasilkan profil rasa yang datar dan rasa pahit atau rasa logam yang tidak diinginkan. Pendekatan Ruikelai adalah membangun kembali seluruh pengalaman sensorik ini. Kami menggunakan kombinasi dari Rasa Asin Berdampak Tinggi untuk memberikan rasa asin di awal, ekstrak ragi yang kaya umami untuk memberikan kedalaman gurih dan kokumi ("kelezatan"), dan khusus penambah rasa di mulut untuk mereplikasi semua fungsi garam, menciptakan perjalanan sensorik yang lengkap dan memuaskan.
Tantangan: Sebuah merek makanan ringan terkemuka perlu mengurangi natrium hingga 35% dalam bumbu BBQ terlarisnya tanpa mengorbankan rasa berani yang disukai konsumen.
Solusinya: Kami merekayasa solusi khusus untuk membangun kembali profil sensorik yang lengkap. Kami menggabungkan rasa asin berdampak tinggi untuk rasa awal, sebuah Ekstrak Angel Yeast FA62 untuk kedalaman umami dan kompleksitas gurih, dan sentuhan ekstrak paprika asap agar sesuai dengan profil rasa BBQ yang otentik.
Hasilnya: Bumbu yang diformulasikan ulang ini mencapai target pengurangan natrium 35% sementara pengujian panel konsumen mengonfirmasi bahwa bumbu ini sesuai dengan profil rasa asli dan preferensi secara keseluruhan. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan kami untuk memenuhi target kesehatan tanpa mengorbankan rasa.


